0

text dalam wacana

READING COMPREHENSION SKILLS

  1. Scanning : Mencari sepenggal informasi dalam suatu bacaan. Gunanya untuk mencari informasi tertentu secara cepat dan keterampilan ini mendukung keterampilan reference.
  2. Skimming : Membaca kalimat demi kalimat sekilas atau secara cepat untuk membantu menentukan topic noun, main idea, atau topic sentence.
  3. Topic noun : Kata atau frase benda yang menjiwai seluruh paragraf atau bacaan. Biasanya topic noun nempel di main idea atau topic sentence. Cara mudah untuk mencari topic noun adalah dengan menghitung mana yang paling sering muncul atau diulang-ulang dalam sebuah paragraf atau bacaan, baik langsung maupun menggunakan reference atau acuannya.
  4. Reference : Kata ganti benda yang mengacu pada nama diri (nama orang atau tokoh, tempat, benda, dan lain-lain atau adverb of time or place). Reference adalah kata atau frase benda atau kata keterangan yang posisinya sebagai subjek atau objek di dalam kalimat, atau kadang-kadang ada juga sebagai kata keterangan dalam kalimat. Reference meliputi personal pronoun sebagai berikut : I, my, me, mine, you, your, yours, he, his, him, she, her, hers, they, their, them, theirs, we, our, us, ours, boy, girl, man, one(s), it, its, atau pengganti kata keterangan seperti : there, here, in the town or city, at the time, dan seterusnya.
  5. Topic sentence or main idea : Apa yang dibicarakan suatu bacaan atau paragraf. Bersifat umum dan diacu oleh kalimat lain.
  6. Supporting details : Kalimat-kalimat yang mendukung, melengkapi, menjelaskan, merinci, atau memperjelas main idea atau topic sentence. Sifatnya khusus dan menjawab bagian dari main idea or topic sentence atau kalimat penjelas sebelumnya.

BENTUK-BENTUK WACANA

  • Recount adalah bentuk wacana yang isinya menceritakan suatu kisah atau peristiwa, perjalanan, dan lain-lain secara terperinci. Tujuannya untuk menceritakan atau menguraikan kejadian atau perjalanan yang dialami sendiri atau seolah-olah dialami sendiri. Biasanya subjeknya I atau we. Urutan bagian dalam wacana : Orientation - series of events - Reorientation. Orientation itu seperti intro dalam lagu, Record of event urutan kejadian, sedangkan Reorientation merupakan penutup (biasanya ungkapan atan penilaian pribadi atas apa yang telah dialami atau diceritakan).
  • Narrative atau narasi adalah wacana yang biasanya berbentuk dongeng. Urutan isi dalam wacana adalah Orientation - Complication - Resolution. Dalam sebuah wacana bisa saja ada beberapa complication dengan beberapa resolution-nya. Perbedaan narasi dengan recount adalah kalau recount tidak ada konflik (complication) sedangkan dalam narrative ada konflik (complication) atau mudahnya dalam narasi pasti timbul masalah. Misalnya dalam cerita Cinderella, saat Cinderella disekap di rumah untuk bekerja keras dan tidak bisa menghadiri pesta; ini namanya masalah. Tiba-tiba peri datang menolongnya; adalah resolution. Tujuan dari narasi adalah menghibur (to entertain), menasehati (to advice), dan transfer tata nilai kehidupan.
  • Descriptive adalah wacana yang menggambarkan suatu tempat atau lokasi, karakter, peristiwa, atau istilah dengan jelas. Urutan isi dalam wacana : Identification or definition - description of characters or parts or qualities. Setelah pembaca membaca wacana itu, dia menjadi tahu apa sesuatu atau nama atau tempat itu. Tujuan wacana ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas atau menjelaskan kepada pembaca. Wacana ini biasanya diawali dengan definisi. Contoh: Apakah lautan itu? Lautan adalah daerah luas yang terdiri dari air yang dalam. Berbeda dengan laut, lautan biasanya lebih dalam, ada palungnya dan menakutkan.
  • Anecdote (anekdot) merupakan suatu cerita lucu atau kisah singkat mengenai pengalaman yang menarik atau tidak umum atau tidak lazim atau kekonyolan atau kelucuannya timbul karena salah pengertian. Tujuannya adalah untuk menghibur (amuse/entertain).
  • Procedure (prosedur) merupaka suatu teks yang berisi tentang langkah-langkah dalam melakukan sesuatu atau membuat sesuatu atau mengoperasikan sesuatu. Urutan isi dalam wacana : Goal - Materials - Steps. Dalam prosedur disajikan langkah-langkah terurut untuk menuntun pembaca dalam melakukan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang sama apabila dikerjakan dengan urutan yang sama. Contoh: Cara membuat mie, menelpon di telepon umum, cara mengoperasikan TV/HP, dan lain-lain. Ciri-cirinya ada langkah-langkah terurut yang harus dilakukan. Tujuan prosedur adalah memberi informasi (to inform) agar pembaca bisa melakukan sendiri untuk mendapatkan hasil serupa.
  • Report (laporan) adalah laporan dari hasil pengamatan, penelitian, pengukuran, wawancara, dan lain-lain mengenai gejala alam atau sosial. Perbedaan recount dengan report adalah kalau report tidak ada bumbu-bumbunya, semua fakta atau berdasarkan penelitian atau pengamatan saja, apa adanya, sedangkan kalau recount ada ungkapan atau penilaian atau perasaan pribadi penulis yang sifatnya subjektif. Perbedaan report dengan descriptive: report dimulai dengan data, descriptive dimulai dengan definisi.

0

BORNED TO BE WINNER

Di suatu hari, di sebuah rumah yang sederhana terlihat seorang anak TK sedang menangis di depan ibunya yang sedang duduk di sofa, "Bu, kenapa tadi aku kalah dalam lomba lari? Padahal aku ingin sekali menjadi juara, jadi juara dan membawa pulang piala buat ibu.." Tiba-tiba anaknya yang masih SD datang dengan muka cemberut, melihat putranya kelihatan sedih, sang ibu bertanya, "Kenapa muka kamu dilipat seperti itu? Ada apa nak?"
One day, in a modest house that looks a kindergarten child was crying in front of his mother who was sitting on the sofa, "Mom, why did I lose the race? And I wanted to be a champion, a champion and bring home the trophy for mom.. "Suddenly, his son who was in grade school came with scowling face, saw his son looked sad, his mom asked, "Why do you face folded like that? What's the matter boy?"

Dengan perasaan kesal sang anak menjawab, "Tadi di sekolah aku dihukum berdiri di depan kelas oleh pak guru karena nilai ulangan matematikaku terendah di kelas, aku malu bu, malu...!" Tak lama berselang, datang lagi anak perempuannya yang masih SMP, masuk kembali membanting pintu...brakk! "Hei, kenapa kamu? Datang-datang marah, mbok ya sopan dikit kasih contoh yang baik pada adik-adikmu.
With the upset feelings the boy replied, "Just now in the school I was punished by standing in front of the classroom teacher because my value of math tests is the lowest in the class, I was rather embarrassed, ashamed...!" Not long ago, came another daughter who was junior high, go back to slam the door... brakk!" Hey, why are you? Come-come angry, it shall so polite little love of a good example to your sisters.


"Aku gagal ikut olimpiade fisika bu, kandas sudah impianku, sekarang aku enggak mau belajar lagi!" jawab si anak. Suasana sejenak tegang, tiba-tiba datang anak sulungnya yang baru lulus SMA tak kalah murung dan langsung membantingkan badan di sofa, semua mata memandang penuh tanda tanya. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, sang anak berucap, "Aku gagal diterima kuliah di universitas, aku tak tahu harus bagaimana lagi... Maaf bu, aku gagal..."
"I failed to join physics Olympic mom, has run a ground of my dreams, now I don't want to learn again!" replied the boy. The scene tight for a while, suddenly came to her eldest son who just graduated from high school no less gloomy and direct body slam on the sofa, all eyes looked full of question marks. With a low voice and teary tears, the children say, "I failed to receive tuition at the university, I do notknow what else to do bu ... Sorry, I failed ..."


Kini suasana benar-benar menjadi hening, anak-anak terlihat sedih dengan pikirannya masing-masing. Terlihat sang ibu mengernyitkan dahi, berusaha berpikir keras. Tak lama kemudian terdengar suara sang ibu memecahkan kesunyian, "Anak-anakku, kalian jangan bersedih. Kegagalan kalian hari ini, bukan berarti kalian akan gagal esok, lusa, atau selamanya. Jadikan kegagalanmu hari ini sebagai pemacu semangatmu meraih sukses esok hari. Kegagalan adalah rangkaian proses meraih sukses. Kalian jangan bersikap seperti pecundang yang meratapi setiap kegagalan. Percayalah, kalian dilahirkan bukan jadi pecundang, kalian dilahirkan untuk menang..! Sekarang bangkitlah, ambillah air wudhu lalu sholatlah. Waktu dzuhur sudah tiba." Kemudian anak-anak bangkit bergegas mematuhi perintah sang ibu, hati mereka kini agak tenang.
Now the scene is really into silence, the children looked sad with thoughts of each. Seen his mother frowned, trying to think hard. Soon after the mother's voice broke the silence, "My children, you do not grieve. The failure of you today, does not mean you will fail tomorrow, after tomorrow, or forever. Make this day as a booster failure your spirit success tomorrow. Failure is series of processes to achieve success. You do not behave like a loser who weep every failure. Trust me, you are born rather than be a loser, you were born to win ..! Now rise up, take then the prayer is ablution water. dzuhur time has come." Then the kids got the mother rushed to obey orders, their heart is now quite calm.


Ya, benarlah kata sang ibu, kita memang dilahirkan untuk menang..! Sejak adanya kita, kita memang sudah jadi pemenang. Dulu, sewaktu kita masih berupa benih manusia, bukankah kita berjuang mati-matian bersaing melawan jutaan sel sperma yang lain untuk mencapai sel telur ibu. Lalu kitalah pemenangnya sehingga lahirlah kita ke dunia ini. Betapa dulu kita telah mengalahkan begitu banyak pesaing, bukankah sesungguhnya kita ini hebat. Kenapa sekarang kita tidak sehebat pada awalnya?
Yes, it is true the mother said, we are born to win ..! Since our presence, we are indeed already be a winner. First, as we still a seed of man, have not we fight furiously competing against millions of other sperm cells to reach the mother's egg cell. Then we're the winners so we are born into this world. How once we have overcome so many competitors, did not actually we are great. Why now are not we that great at first?

Back to Top